Thursday, August 17, 2006

MERDEKA ..... ato..... MEREKA ??

Sapa bilang bangsa ini sudah MERDEKA......??
Buktinya masih banyak penjajahan dimana-mana..... Banyak yang merampas hak anak yatim, anak2 jalanan dan orang-orang yang kurang beruntung di sekitar kita...... masihkah kita pantas mengatakan kita telah MERDEKA??

Tanyakan pada "MEREKA".......

Bingung???...............kok sama..........

Friday, August 11, 2006

Kisah Pohon Apel

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.

Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,
tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu."Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."

Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.
" Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah.

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya."Ayo bermain-main lagi denganku," kata pohon apel."Aku sedih," kata anak lelaki itu."Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.

"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel."Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu."Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan.

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Monday, July 31, 2006

Israel Langgar Konvensi Jenewa

Kesaksian para saksi mata dan dokter yang merawat korban serangan Israel, makin menguatkan bahwa Israel menggunakan senjata berbahaya yang dilarang oleh aturan internasional.

Organisasi hak asasi manusia, Human Right Watch yang berbasis di New York, menyatakan bahwa Israel telah menggunakan cluster bom di Libanon. Sementara aparat kepolisian Libanon menuding Israel juga menggunakan bom yang mengandung pospor, tapi juga bom paku dan bom penghancur bunker dalalm pekan kedua serangannya.

Seorang ahli senjata AS yang tidak mau disebut namanya pada AFP juga mengungkapkan keyakinanannya bahwa Israel sudah menggunakan bom-bom jenis cluster. Bom ini didisain untuk menyerang dan menghancurkan kendaraan berat militer, dan tidak dibenarkan jika digunakan untuk menyerang warga sipil.

"Kami juga melaporkan bahwa bom-bom yang mengandung zat pospor juga sudah digunakan. Bom ini didisain untuk membakar, tapi bukan untuk membakar warga sipil," kata pakar tadi.

"Bom-bom itu tidak dilarang, tapi di bawah konvensi Jenewa bom-bom itu tidak boleh digunakan dengan target warga sipil atau wilayah pemukiman," sambungnya. (ln/Islamicity)

Friday, July 14, 2006

YA ALLAH YA ROBB Alamat IP

Oleh: ani hamida

Ya Allah........Ya Robbi.........
Demi Engkau Ya Allah.....

Dimanakah lagi dapat kutemui cinta sejati
Kecuali pada cinta wajahMu
Kemanakah lagi hati ini harus berlabuh
Kecuali pada Kasih SayangMu
Kemanakah lagi akan kuhadapkan diri ini
Kalau tidak didalam naungan belas KasihMu

Ya Allah..........Ya Robbi.........

Jadikanlah hati yang lemah ini
Agar bertambah kukuh hanya padaMu
Jadikanlah hati yang lemah ini
Agar bergantung hanya kepadaMu
Jadikanlah hati yang lemah ini
Penuh terukir cahaya namaMu

Ya Allah..........Ya Robbi..........

Aku mohon ridho atas segenap keputusanMu
Aku mohon kekuatan diatas segala rahmat naunganMu
Aku mohon keampunan sebanyak nafas yang berlalu
Aku mohon kesejukan setelah matiku, memandang wajahMu
Dan kerinduan untuk berjumpa denganMu

Ya Allah.........Ya Robbi............

Demi Engkau yang MAha Agung lagi MAha Mendengar
Ampunilah diri yang lemah ini
Ampunilah diri yang dhaif ini
Penuhilah kehinaan ini dengan indahnya maghfirahMu
Demi segala sifat kasih sayangMu

Engkau takkan menyiakan pengharapan semua hambaMu.......

Amiin ya robbal 'alamin

Wednesday, July 05, 2006

KP(Kerja Paksa).....eh......-->> Kerja Praktek

Minggu ini dah mulai KP, hari-1 sampai jam 2, hari ke-2 sampai jam 11, hari ke-3 sampai jam 9, hari ke-4 bolos......#@%$^%$&

Lho kok gitu??
Soalnya tugas KP boleh dibawa pulang (take home mksdnya)...bikin aplikasi...ya mudah2an sebualn ke depan bisa kelar...

Amin....